Disebuah
desa terpencil ada seseorang yang hidup dikeluarga yang berkecukupan ibu dan
ayahnya mempunyai pabrik roti yang pada saat itu sangat berkembang semua yang
dia inginkan pasti dituruti oleh kedua orang tua nya tetapi musibah datang
kepadanya ada seseorang yang tidak menyukai keberhasilan keluarganya dan orang
itu berusaha untuk membuat sakit ayahnya dan bangkrut pabrik rotinya , akhirnya
ayahnya pun tutup usia yaa siapa yang mau jika di umur 9 tahun sudah kehilangan
ayah tercintanya dan dia anak laki laki yang tertua dia memang bukan anak
pertama tapi dia merasa bertanggung jawab atas ibu kedua kakak perempuannya dan
kedua adik laki laki nya , dengan semangat dia membantu ibu nya untuk bangkit
lagi memulai usaha nya lagi dan dia juga semangat dalam pendidikannya , dia
mempunyai watak yang sangat keras karna setiap adik adiknya tidak mau sekolah
dia langsung memarahinya ..
Walau
usaha ibunya tidak semaju dulu tetapi ibunya tetap semangat untuk membiayai
anak anak nya sekolah ..
Di SMA
dia pun menemui gadis impiannya gadis yang sederhana namun bisa memikat hati
nya , lulus SMA dia pun memutuskan untuk menikahi gadis pujaannya tak lama
setahun kemudian lahir lah seorang anak laki laki saat itu dia belum memiliki
pekerjaan yang tetap tapi dia selalu berusaha untuk bisa menafkahi keluarga
kecilnya .
Suatu
ketika mertua nya yang seorang tentara dipindah tugas kan ke Jakarta dan dia
pun berniat untuk ikut bersama istri dan anaknya agar bisa merubah nasib nya ,
ya memang Keluarganya tidak setuju apalagi ibu nya karna dia adalah pengganti
sosok ayahnya yang sudah lama pergi untuk selama lama nya tapi sang ibu pun
merelakan anak nya itu pergi karna ibunya yakin anak nya akan berhasil di
Jakarta ..
Tahun 1991 dia mulai tinggal di Jakarta semua pekerjaan dia lakukan mulai dari serabutan , kuli bangunan semua dia lakukan demi menafkahi anak dan istrinya , selama 2 tahun bekerja serabutan akhirnya dia mencoba melamar menjadi seorang satpam dan dari situ lah semua nya berawal .
Tahun 1994 dia dianugrahi lagi oleh Tuhan anak perempuan kali ini memang berbeda karna kali ini dia bisa memberikan susu dan makanan bayi untuk anaknya tidak seperti anak pertama nya yang hanya meminum asi saja , bertahun tahun dia jalani sebagai seorang satpam panas terik hujan dia lewati naik kereta yang penuh sesak dan naik bis yang bergelantungan di pintu sudah dia lalui semua ..
Tahun 1999 dia ikut mertua nya pindah ke Depok karna saat itu dia belum mampu memiliki rumah sendiri ngontrak pun tak ada uang , pindah ke Depok membuatnya harus mengeluarkan uang banyak untuk ongkos kekantornya yang menjadi semankin jauh tapi semua itu dilalui nya sambil mengantar anaknya sekolah dia jalan kerja untuk menghemat uang , anaknya pun diajarkan untuk berhemat sedari kecil dengan membawa bekal dari rumah .
Tahun 2001 dia dianugrahi anak yang ketiga yaitu seorang anak laki laki lagi tetapi karna penyakit batu ginjal yang dideritanya selama ini dia harus di operasi dan begitu sangat mengejutkan ada batu besar sebesar genggaman orang dewasa yang berat sekali dan bahkan dia harus berbaring lama dirumah sakit dan maka itu anak ketiga nya terkadang dititipkan ke saudara nya karna istri nya harus menemani dia di rumah sakit dan beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 2003 hasil kerja kerasnya berbuah manis dia membeli sebuah rumah yang sangat sederhana tapi dia tetap bangga karna itu adalah hasil kerja kerasnya selama ini dan juga itu berarti dia tidak merepotkan mertuanya lagi karna menumpang dirumahnya , rumah yang hanya beralaskan semen dan temboknya pun masih hanya batako tapi dia selalu bersyukur karna semua itu karna Tuhan telah memberikan untuknya . Tahun demi tahun dilalui bersama istri dan ketiga orang anaknya dirumah itu dari makan yang 1 bungkus mie instan dimakan bersama-sama karna dia tidak memliki banyak uang untuk membelikan anaknya satu persatu mie instan , sang anak pun tidak protes karna anak-anaknya tau bagaimana kondisi keluarganya ketika anak-anak lainnya diantar orangtuanya menggunakan kendaraan pribadi tapi anaknya kadang berjalan kaki kadang juga menggunakan kendaraan umum , dia pun mempunyai tekad untuk memiliki sebuah kendaraan motor untuk bisa dipakai kerja dan juga bisa menjemput anak nya bersekolah .
Sekitar
tahun 2005 dia memiliki rejeki lagi dan dia pun berniat untuk memperbaharui
rumahnya agar terlihat bagus tapi itu pun tidak semua nya karna dia juga
berniat untuk menyicil sebuah motor .
Tahun 2006 sang Ibu datang kerumahnya yang sangat sederhana sang Ibu ingin melihat hasil jerih payah anaknya di Jakarta sang Ibu bangga karna sang Anak bisa menjadi sekarang ini .
Tahun 2008 sang Ibu meninggal dunia di Bali sungguh sangat membuat nya sedih sekali karna dia merasa belum bisa membuat ibu nya merasakan hasil kerja keras nya , dia pun berangkat dari Jakarta ke Bali karna pada saat itu dia tidak memiliki uang dia pun pergi ke Bali pun hanya seorang diri tanpa ditemani anak dan istrinya . Sedih itu yang dia rasakan beta tidak Ibu yang selama ini merawatnya dan ke 4 saudaranya yang lain hanya seorang diri kini pergi untuk selamanya , Ibu yang menjadi panutan hidupnya menjadi semangat nya kini telah tiada , bahkan anak dan istri nya pun tidak bisa melihat ibunya untuk terakhir kalinya . Tapi hidup terus berjalan waktu demi waktu harus dia lalui demi keluarganya .
Tahun 2012 adalah tahun dimana yang sangat membuatnya sedih juga senang bagaimana tidak tahun itu dia ingin mengkuliahkan anak kedua nya karna dia ingin anak perempuannya itu menjadi anak yang bisa membanggakan walau anaknya itu anak perempuan satu satunya dia tidak mau jika anak perempuannya itu hanya mendapat pekerjaan yang hanya biasa biasa saja dia ingin anaknya sukses dia ingin anak nya lebih baik darinya , karna anak pertamanya sudah kerja di PJKA dan dia sangat bangga karna anak nya bisa lebih baik darinya . Tapi di tahun ini juga dia harus kehilangan pekerjaan yang selama ini di kerjakan sudah hampir 18 tahun lamanya dia bekerja walau hanya seorang satpam tapi dia sangat bersyukur dan sangat bangga akan pekerjaannya itu tapi dia tak pantang menyerah dengan uang pesangon yang diberikan nya dia membiayai anak nya kuliah dan dia membangun sebuah rumah agar rumah lamanya bisa di bisniskan kontrakan. mencari kerja dengan umur yang sudah tua itu sangat susah setelah mencari dan mencari akhirnya dia mendapatkan lagi pekerjaan yang sama seperti dulu walau berbeda tempat kerja . Dia pun sangat semangat untuk bekerja kembali untuk membiayai kehidupan anak-anak dan dirinya sendiri.
ini cerita ayahku ...
aku
bangga terhadapnya dengan segala semangat juangnya untuk menghidupi istri
anak-anaknya ,,
pak
doakan selalu aku agar aku bisa memberikan yang terbaik untukmu dan juga ibu
:)